Dariman Kelas III
Selamat datang anak anak di kelas III ini,sekarang kelas ini menjadi milik anak anak semua,silahkan kelas ini mau di bikin apa,terserah anak anak,kelas ini mau bagus,mau bersih,mau rapi,itu semua tergantung anak anak semua.Seorang Guru berbicara di depan seluruh murid kelas III.
Pagi itu menjadi pagi yang penuh kesibukan bagi anak anak kelas III,seluruh ruangan di tata scara rapi oleh anak anak kelas III yang di pandu oleh Bpk Gurunya,di kelas III ini dariman di wali kelasi oleh Bpk Hartoyo,pak Hartoyo ini orangnya aneh,kadang kesekolahan dia menggunakan sepeda ontelnya,tapi entah kenapa pada pagi hari itu dia malah menggunakan kendaraan kaki empat,tau apa kendaraan itu…………..?pak Hartoyo hari itu ke sekolah denga menggunakan kuda kesayangannya,karena saking senengnya sampe sampe kudanya di bawa ke sekolahan.
Setelah semua ruangan di tertata rapi di kelas III diadakan pemilihan ketua kelas,udah pasti dariman di ajukan sebagai ketua kelas,ya……….karena dariman dari kelas I sampai kelas II selalu menjadi ketua kelas.tapi waktu itu pak Guru memilih anak lain,pak guru tidak memilih dariman sebagai ketua kelsnya,padahal dalam pemiliha ketua kelas itu banyak temen temen yang menunjuk dariman sebagai ketua kelasnya.tidak tau kenapa pak guru ber pendapat lain.mungkin pak guru punya maksud sendiri.
Pada akhirnya ketua kelasnya bernama Slamet dan dariman sebagai wakilnya,dengan senang hati dariman menerima tugas itu dari pak guru.
Proses belajar mengajarpun berjalandengan lancar seperti biasanya,tapi di awal catur wulan dariman mengalami suatu kejanggalan,kejanggalan itu terasa ketika dariman menerima buku raportnya nilainya semua 6 dan 7,tak habis pikir dariman terbengong,dalam hati bertanya tanya kenapa ya …..?.kenapa bisa seperti ini….?padahal setiap kali ulangan dariman selalu mendapat nilai bagus di atas 7,tapi kenapa di buku raportnya semua nilainya 6 dan 7….?semua temen temenpun ikut merasa bingung,kenapa dariman nilainya jelek semua padahal dariman kan pinter,waktu terus berjalan,darimanpun terus belajar untuk memperbaiki nilainya yang jelek.
Setelah beberapa waktu darimanpun tidak tinggal diam,darimn selalu mengamati dan mengamati,dan pada suatu ketika dariman menemukan kesimpulan,oooooooooooooo………hatinya berkata,..pak guru hartoyo ternyata ngasih nilainya bukan berdasarkan kemampuan dan kepinteran,ternyata pak hartoyo ngasih nilinya berdasarkan dari pembayaran sppnya,ya………… mungkin dariman membayar sppnya kadang telat beberapa bulan tidak di bayar,ya mungkin karena weselan dari bapaknya terlambat kali,atau giman…….
Tes caturwulan II pun tiba,dariman sudah tidak semangat lagi,dariman sudah tau cara pak hartoyo memberikan nilainya,dariman mulai malas belajar,dengan sistem pemberian nilai yang sepeti itu,dan akhirnya juga dariman mendapat rengking 10,tidak di bayangkan oleh dariman,dariman merasakan kebosanan,dariman jadi males sekolah,sering dariman tidak masuk sekola ,ya…..mugkin dariman merasa di rugikan,dariman masih kecil tapi dariman bisa menilai dan menilai,sehingga darimanpun berontak.
Ketika itu dariman disuruh mengerjakan pr darimanpun tidak pernah mengerjakan pr,disuruh mengerjakan soal ulangan darimanpun males malesan,semangat dariman hilang,dariman kelas III bukan lagi dariman kelas I dan II yang selalu mendapat rangking,yang selalu jadi mester kelasnya.
Tes catur wulan III pun berlangsung,dariman masih biasa seperti yang kemaren kemaren,dariman hari harinya menjadi pemalas,menjadi tidak semangat.hingga kenaikan kelaspun berlangsung.biarpun dariman se enaknya sendiri,dariman tetep naik kelas,ya………memang dariman dasarnya anak pinter sih……
Hasil nilai kenaikan kelas dariman tidak masuk 10 besar,darimanpun tidak heran karena memang hal itu sudah di sengaja sama dariman.
Setelah dariman naik lelas hati dariman sangat senag sekali,karena sudah lepas dari sistim pengajaran pak hartoyo,dariman berharap wali kelas IV nati jangan wali kelas seperti pak hartoyo,dariman sudah cape berurusan dengan pak hartoyo.setip kali dariman bertanya kepada kepala sekola kalo wali kelas IV nanti siapa,dan darimanpun memohon kepada ibu kepala sekolah agar wali kelas IV nanti jangan pak hartoyo.
DIarsipkan di bawah: SEKOLAH