Setelah dariman mendaftar sekolah di SLTP PGRI 9 Buayan,dariman dalam beberapa waktu sudah bisa menyesuaikan diri di sekolahan itu. Di hari pertamanya dariman masuk sekolah,dariman di tempatkan di kelas I B,dalam satu kelas ada 40 siswa. Mungkin sudah di bagi-bagi kelasnya oleh Guru-guru di sekolahan itu.
Di kelas I B,dariman banyak temen dari berbagai desa di wilayah Buayan,dari Desa Karang Bolong sampai Desa Mergosono. Memang dariman seorang yang ceria,jadi cepat dalam pergaulannya,cepat banyak teman,ya……..seperti itulah dariman,he he he he he ………….
Di kelas I,dariman belum begitu berani bertingkah,”ya………maklum masih baru”, dariman di samping belum berani,dariman juga masih mencoba memahami situasi di sekolahan itu,”kayak apaaaaa….memahami situasi”,yang jelas dariman masih katro’x,”kalau jaman sekarang”.he he he he he ……………
Dariman pada waktu kelas I,dariman di tinggalkan sendiri di rumah,maksudnya Ibunya dariman harus pergi merantau mencari penghasilan di Bandung,”lagi-lagi Bandung,apa tidak ada yang lain apa…?”,yah…….Ibunya dariman cuma ngertinya ke Bandung kalau mau cari duit,gimana lagi,ya……Bandung lagi-,Bandung lagi. Sebelum berangkat ke Bandung,sebenarnya Ibunya dariman mau di lamar sama orang tetangganya,”wah…….masih laku juga Ibunya dariman,he he he he he …..kayak apa sih Ibunya dariman?”, dariman tidak tau,apakah Ibunya dariman mau apa tidak,tapi di tengah jalan,dariman menghadang niat tetangganya itu. Waktu tetangganya itu mau datang ke rumah,dariman lagsung marah-marah,”tidak tau sebabnya,tau-tau marah gitu”,dariman langsung mengusir tetangganya itu,orang itu di usir dengan kasar oleh dariman,tetangganya darimanpu takut melihat tingkahnya dariman”wah…..galak juga dariman”. Semenjak itulah Ibunya dariman memutuskan untuk berangkat merantau.
Setelah dariman ti tinggal sendiri di rumah,segala sesuatunya di pikirkan sendiri oleh dariman”maksudnya yang ringan-ringan seperti,nyuci,ngurus rumah,dan yang lain yang bisa di lakukan dan di pikirkan dariman”,kebetulan dariman hidup di tengah-tengah sodara-sodaranya,seperti;paman,bibi,bu de,pa de dan lainnya,soalnya rumah dariman pas di tengah-tengah di antara rumah sodara-sodaranya. Beruntunglah dariman didampingi sodara-sodara yang baik hati,untuk urusan makan dariman ikut ke bu gedenya,kalau urusan keuangan dariman,di tangani bibinya,jadi dariman enak,tinggal sekolah,jaga rumah,paling kadang-kadang bantu wa atau bibinya.
Kenapa Ibunya dariman tidak langsung ngasih uangnya pada dariman..?,mungkin dariman dianggap belum bisa memanagemen uang “walah nulis aja salah” ,kalau uangnya di kasih semua pada dariman,pasti uangnya langsung habis,jadi uangnya di titipkan ke bibinya,tiap hari dariman minta jatah “kaya preman aja minta jatah”,maksudnya uang saku gitu. Tiap hari bibinya dariman harus menyediakan 2000,itu jaman dulu,angkot aja masih 200,dari Jladri ke Buayan,ya……lumayan banyak sisa nya,buat jajan dariman,tapi dariman di SLTP sudah tidak pernah lagi nabung,tidak seperti waktu di SD,”boros juga kamu man…?”.
Dariman sekolah di SLTP tidak menunjukan kepinterannya,dariman di kelas I cuma mendapat peringkat 4,itupun baru sekelasnya,bukan sesekolahan,bagai mana kalau sesekolahan…..?,wah …….bisa peringkat ke 120″itupun belum tentu”,kenapa dariman prestasinya bisa anjlok seperti itu yah………….?.
Mungkin karena dariman hidup bebas?, kurang kasih sayang?,kurang perhatian?,atau bagai mana?……………apakah itu dampak dari di tinggal sendiri di rumah tanpa di monitoring orang tua..?,dariman tidak tau penyebabnya,apa mungkin karena dariman sudah drop semangat belajarnya..?,kenapa yah…………….?
Dari pada pusing-pusing mikirin itu,kita lanjutin aja ceritanya yah……..
Dariman sudah mualai merosot prestasinya,apakah dariman bisa memulihkan prestasinya …..?,atau bagai mana……?,ikuti saja kisah selanjutnya………..
DIarsipkan di bawah: SEKOLAH