Dariman semaput

Suatu hari dariman di sekolahan ada pelajaran olahraga,Guru olahraga dariman di kelas I SMP adalah Pak Saripingi,pak Sarpingi menyuruh anak-anak ganti pakaian dan langsung menuju ke lapangan Buayan. Pada saat itu pak Sarpingi menyuruh anak-anak untuk bermain sepak bola “untuk yang putra”,dan volly”untuk yang putri”,dariman sebagai anak putra,langsung menyesuaikan dirinya bermain bola bersama teman-temannya,jumlah anak putra dalam satu kelas ada 25 anak,jadi ada anak satu yang tidak ikut bermain sepak bola. Dariman di tunjuk untuk jadi pertahanan belakang “bek”,menurut teman-teman dariman cocoknya jadi bek,padahal dariman sendiri tidak suka kalau di jadikan bek,dariman sukanya di bagian depan.

Pertandinagan itupun di mulai,pertandingan di wasiti oleh pak Sarpingi dan di bantu satu teman yang kebetulan tidak ikut bermain bola,pertandinganpun terus berjalan dengan meriah dan mengasyikan. Nah,giliran Teamnya dariman di serang Team lawan,dariman berusaha menjaga petahanan Teamnya,tapi dariman tidak begitu kuat menghadang serangan yang di lakukan Team lawan,akhirnya dariman di bantu temannya yang lebih kuat,dan pertahananpun bisa di jaga dengan baik. Giliran teamnya dariman menyerang,tapi sia sia penyerangan yang di bangun Teamnya dariman,ternyata sama saja tidak bisa menjebol gawang lawan,bolapun terus di perebutkan Teamnya dariman dan lawannya,bola mengarah ke kubu pertahanan Teamnya dariman,lagi-lagi dariman tidak bisa menghalo bola yang menyerang pertahanan Teamnya dariman,tapi dariman terus berusaha untuk mempertahankan kubu pertahanannya,hingga pada akhirnya dariman harus mengalami kecelakaan,dariman terkena bola bagian mukanya,dariman langsung tergeletak tidak sadarkan diri,muka dariman kelihatan biru,darimanpun di angkat di bawa ke tempat yang teduh,setelah beberapa menit dariman sadar dan katanya semua yang di lihatnya berjumlah dua,pak Sarpingi katanya ada dua “ha ha ha ha ha……mimpi kali yeee……”,pandangan dariman terganggu dan darimanpu tidak melanjutkan pertandingan itu,dariman di ganti temannya yang tadi tidak ikut,dariman duduk di tepi lapangan menonton pertandingan sepak bola yang sedang berjalan,tapi dariman tidak bisa menikmati jalannya pertandingan itu ,karena semua yang di lihat dariman itu berjumlah dua,jadi teman teman itu jumlahnya dua semua.

Akhirnya jam pelajaran olahragapun habis dan hasil pertandingan tetap 0-0,sebelum kembali ke sekolahan, anak-anak terlebih dahulu di absen oleh pak Sarpingi,setelah absen selesai semua anak-anak di bubarkan dan kembali ke sekolahan. Dariman kembali ke sekolahan di bantu temannya karena dariman belum bisa melihat dengan jelas,sesampai di sekolahanpun dariman belum bisa melihat dengan jelas,dengan keadaan yang seperti itu dariman di perbolehkan pulan lebih awal oleh Guru mata pelajaran berikutnya,mungkin Guru tersebut merasa kasihan pada dariman,lagi pula seandainya dariman tetap mengikuti pelajaran dariman tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik,karena penglihatan dariman terganggu. Setelah dariman di ijinkan pulang lebih awal dariman langsung berkemas dan pulang.

Setelah sampai di rumah,dariman ditanya sama bibinya ,”kenapa mukamu man?.”,dariman diam dan langsung menuju ke kamar,di kamar dariman diam dan tidak mau di tanya sama bibinya,bibinya berulang kali tanya kenapa mukanya bisa seperti itu,darimanpun tetap diam,lama kelamaan dariman merasa jengkel dengan pertanyaan yang selalu di tujukan pada dariman,setelah bibinya dariman ngerti kalau dariman marah,akhirnya bibinyapun keluar dari kamar dan tidak lagi bertanya.

Mungkin dariman dulu sifatnya seperti itu,kalau merasa tidak suka langsung marah,jadi orang di sekelilingnya serba bingung,apakah dariman bisa berubah setelah dewasa kelak…?,ikuti saja kisah selanjutnya.

Tinggalkan Balasan